7 Fakta Menarik Lomba 17 Agustus-an yang belum Anda tahu.

banner-17-agustus-realta

Apakah anda pernah ikut serta atau memainkan salah satu lomba pada saat 17-an ? Namun Anda belum tahu apa makna dalam kehidupan sehari-hari dari lomba tersebut, berikut ulasannya:

infografik-17-agustus-lomba-makna-fakta 

  1. Balap Karung

Di dalam kompetisi balap karung, ada yang menang dan kalah. Untuk mencapai kemenangan itu, kamu harus terjatuh terlebih dahulu sebelum kembali bangkit dan memulai kembali. Begitu juga dengan mimpi, jika kamu mau cita-citamu terwujud, pasti kamu akan mengalami saat di mana kamu terjatuh. Tapi gak perlu putus asa karena kamu bisa bangun dan meneruskan usahamu yang sempat terhenti.

  1. Makan Kerupuk

Lomba makan kerupuk merupakan penggambaran rakyat Indonesia di masa penjajahan yang mengalami kesulitan pangan. Pada lomba ini, tangan peserta harus diikat dan berusaha memakan kerupuk yang digantung sebuah tali. Dan kerupuk merupakan lambang dari kesetaraan, dimana makanan ini bisa dinikmati dan disukai oleh semua kalangan, baik orang kaya maupun miskin. Karena itulah lomba ini hadir sebagai pengingat bahwa kita pernah merasakan kesulitan dimasa penjajahan dan harus selalu menjaga persatuan agar tidak dijajah bangsa asing lagi.

  1. Bawa Kelereng

Melatih konsentrasi dan fokus, memikirkan strategi yang paling tepat, misalkan menggigit sendok di ujung mulut atau berjalan secara perlahan-lahan. Di sini kamu akan dilatih untuk mengambil keputusan supaya menang.

  1. Tarik Tambang

Lomba tarik tambang bukan hanya tentang adu kekuatan. Tanpa tim yang kompak, kemenangan sulit diraih. Oleh karena itu tarik tambang memiliki makna gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas masyarakat Indonesia.

  1. Joget Balon

Ketika kamu bekerja dengan orang lain, kamu harus memikirkan cara yang paling tepat agar kelompokmu bisa menuju keberhasilan, disinilah dituntut adanya kekompakan dan kerjasama.

  1. Memasukan Paku Ke Dalam Botol

Konsentrasi , kesabaran dan gerak cepat. Tiga hal yang dlm kehidupan nyata sangat dibutuhkan untuk mencapai target dan tujuan yang diinginkan.

  1. Panjat Pinang

Budaya gotong royong dan kerjasama. Panjangnya pohon pinang menggambarkan panjangnya perjuangan bangsa indonesia untuk mendapatkan kemerdekaan. Pohon yang dilapisi dengan oli agar licin adalah gambaran rintangan dari penjajah yang menjajah bangsa Indonesia. Perjuangan para peserta untuk mendapatkan hadiah dipuncak menggambarkan suatu perjuangan bangsa indonesia untuk mendapatkan kemerdekaan dan hidup yang layak. Terakhir hadiah yang ada di puncak pohon pinang adalah sebuah kemerdekaan yang sangat dinanti bangsa Indonesia.

Namun 17 Agustus bukan hanya sekedar Balap Karung, Panjat Pinang ataupun konvoi berkeliling kota. Kita juga sebagai Putra Bangsa harus ikut berkontribusi terhadap kemajuan Bangsa melalui karya karya kita.

Kami PT Realta Chakradarma mengucapkan selamat DIRGAHAYU INDONESIA ke 74 !

Kami bangga mempersembahkan Produk & Layanan karya Indonesia yang kini sudah menjadi produk dunia.

SDM Unggul, Indonesia Maju.

#LOMBA17AN #17AGUSTUS #HUTRI74 #17AGUSTUS  #SDMUNGGUL #INDONESIAMAJU #MENUJUINDONESIAUNGGUL #REALTACHAKRADARMA #REALTA